Sabtu, 19 Mei 2012

sepatuku sejarahku

Tahun ajaran 1997/1998 adalah awal mula aku mengenyam bangku Taman Kanak-Kanak di TK Cut Nya Dien, Jember. Sebagai anak kecil yang masih mempunyai pengetahuan minim tentang arti sekolah, aku hanya tau sekolah itu adalah tempat untuk bermain ayunan dan berlari-lari bersama teman. Semula orang tuaku telah memberi tahukan bahwa aku akan mulai bersekolah  1 bulan lagi jadi setelah kedua orang tuaku telah mempersiapkan sebagian peralatan sekolahku, mulai dari tas, buku gambar, kaos kaki, alat tulis, seragam.
Setelah semua barang yang dibutuhkan terlengkapi tapi aku merasa ada yang aneh. Sepatu!! Yak sepatu baruku kemana??  Mengapa tidak ada sepatu untuk aku?? Apa aku tidak akan mengenakan sepatu?? Dengan polosnya aku bertanya kepada mama yang saat itu duduk di sebelah ku sambil menyampuli buku tulis yang akan aku bawa nanti saat sekolah.
 “Ma..sepatuku baruku mana? ” tanyaku.
“Oh iya.. mama lupa” kata mama sambil beranjak ke arah rak sepatu dan sandal.
“Ini ayo di coba dulu! Sakalian pakek kaos kakinya biar pas. ” kata mama seraya masuk sambil membawa sepatu.
Disana aku tercengang dan sedikit heran, betapa tidak.. Semula aku telah membayangkan bahwa setelah mama masuk sambil membawa bungkusan sepatu aku akan menjadi orang yang pertama membuka bungkus sepatu baruku. Tapi ternyata sepatu itu telah tak berbungkus dan itu tandanya sudah tidak baru lagi. Sedih rasanya.
“Ini sepatunya, ayo di pakek nduk....” perintah mama sambil memberikan sepatu tersebut kepadaku.
“Kok sepatunya gak baru ma??” kataku dengan wajah sedikit kecewa. Mendengar hal itu mama dan bapak menjadi tersenyum dan menceritakan mengapa sepatuku tidak baru seperti anak lainnya.
“sepatu ini memang tidak baru, tapi jangan salah, sepatu ini dulu pernah dipakek oleh saudara sepupumu waktu dia TK juga. Dan sepatu ini bukan sepatu biasa, sepatu ini di beli oleh mbah kakungmu waktu tugas di papua. Jadi sepatu ini khusus di beli memeng buat cucunya turun temurun. Lagian sepatunya masih bagus kan, awet lagi.” Jelas mama.

                                                                                JJJ

                Tak terasa dua setengah bulan aku mengenal dunia baruku. Dan sepatu warisan mbah kakungku pun masih setia menemani setiap langkah kecilku. Tapi justru dari sinilah aku mulai benar-benar  mencintai sepatu warisan tersebut. Sepatu itu telah menyelamatkanku dari bahaya.
                Bahaya itu bermula saat mama menjemputku pulang dari sekolah. Jarak dari rumah ke sekolah tidak begitu jauh. Mama menjemputku dengan mengendarai spedah mini. Di saat hampir mendekati rumah tiba-tiba imajinasiku muncul. Aku berpikir seandainya jika kaki ku aku masukkan ke dalam jeruji roda yang saat ini berputar apa kakiku ikut berputar dan menjadi panjang seperti karet yang di tarik? Terdengar konyol dan sedikit tidak waras mungkin... tapi yaaaah itulah pikiran anak kecil. Dan akhirnya aku memasukkan kaki ku ke dalam jeruji yang sedang berputar dan aaaaaaaaaaaaa aku menjerit sejadi-jadinya dan saat itu pula mama merasa ada yang aneh dengan sepedah yang kami naiki.
                “Mamaaaaaa kakiku maaaaaaaaaaa...” jeritku yang kemudian di lihat oleh orang banyak.
                “Looh kakimu kok bisa masuk???!” tanya mama dangan nada panik. Orang-orang banyak yang berkerumun dan berusaha mengeluarkan kakiku dari jeruji sepedah. Setelah berhasil terlepas mama mengucapkan terimakasih dan langsung beranjak munuju ke rumah karena takut kakiku akan mengeluarkan banyak darah. Sesampainya derumah betapa kagetnya mama melihat sepatu dan kakiku. Sepatu tersebut masih dalam kaedaan baik dan kakiku tiadak berdarah sedikitpun padahal jika diingat putaran roda sepedah cukup keras.
                Aku bersyukur tak terjadi apapun pada kakiku. Dan mulai sejak itu aku merawat sepatu warisan mbah kakung dengan baik. Tiap pulang sekolah aku selallu menjemur di bawah sinar matahari supaya tidak bau. Menyemir saat akan berangkat sekolah karena aku juga di beri pesan untuk membersihkan sepatu itu.

                                                                              JJJ

              Kini sepatu itu menjadi salah satu barang yang tak terlepas dari bayang-bayang hidupku dan telah menjadi salah satu peninggalan bersejarah saat aku masih anak-anak. Terimakasah mama yang telah memberikan sepatu hebat itu dan terimakasih mbah kakung yang telah mewariskannya kepadaku.

Senin, 07 Mei 2012

Kelebihan dari Sebuah Kekurangan

"MENJADI DIRI SENDIRI"

Banggakah kita Menjadi diri sendiri???
"Atau sebaliknya............" (?)
Kita ingin menjadi orang lain yang lebih Luar Biasa
Karena tiada kenyamanan dan kesempurnaan yang ada pada diri kita,
Padahal BELUM TENTU orang lain yang kita anggap Sempurna, orang yang WAAH segalanya punya kelebihan seperti kita!!!!!
Jadilah DIRI SENDIRI!
Dan Jangan pernah terpikir untuk MENJADI orang lain!
Meskipun banyak kekurangan yang kita miliki,, tapi kita kita punya kelebihan yang TIDAK DIMILIKI orang lain.
Dan yang paling harus kita ingant adalah... Ketika kita menjadi orang lain YANG TADINYA KITA MAMPU,, Bisa Jadi seketika itu juga kita menjadi TIDAK BERDAYA karena wujud kita telah MENJELMA menjadi orang lain.
Bersyukur dan bangga menjadi diri sendiri adalah Wujud terima kasih kita kepada Yang Maha Sempurna :)





tulisan di atas bukanlah hasil pemikiran saya pribadi,
tetapi buah karya dari seorang teman yang sangat HEBAT.
mungkin dari beberapa orang yang membaca tulisan saya sempat berpikir kenapa dia bisa hebat? apakah dia menang sebuah penghargaan? atau dia salah satu wonderwoman????
tentu saja bukan... hehehe trus apa dong??
dia hebat bukan karena itu semua.
tapi karena pemikiran dia.....
apa pikiran dia????
yaaaah... tulisan di atas yang menjukkan dia hebat.
mungkin bagi sebagian orang hal itu sangat biasa tapi dengan kekurangan yang dia punya dia tidak pernah mengeluh.
jangankan mengeluh menceritakan kekurangan yang dia punya kepada orang lain dia tidak mau.
karena dia berpikir dia tidak mau dikasihani orang lain dia mau dianggap sama seperti orang lainnya yang mungkin bisa melakukan apa yang tidak bisa dia lakukan..
dan pada suatu saat dia bisa menghasilkan sebuah karya yang mungkin bagi orang hal biasa tapi bagi kita para orang-orang yang setia mendampinginya adlah hal yang sangat luar biasa..
dari kekuranganyya dia bisa menciptakan karya tulis yang sederhana tapi benar adanya....
makasih mba' ASTRI sudah mengijinkan saya memuat karya mu di blog saya.
teruslah berkarya sampai esok hari :)



Banyuwangi, 8 Mei'12

Kamis, 03 Mei 2012

sayang :*

dia imut..gak macem-macem..selalu setia..gak pernah jahat..meskipun aku sakiti dia tetep ada di deket ku..selalu temenin aku tidur,baik malam, siana, pagi, atau subuuuuuuh *maklum doyan tidur apalagi kalo sama dia*dia itu gak pernah crewet juga k aku..dia selalu mau bisa membuat aku merasa gak galau *dasarnya emang gak pernah galau* :D

eeeeeeeeeeitssssss!!!!!!!
tapi jangan salah sangka dulu looo...
yang aku mksud tu adalah Bantal kecil ku, bukan yang lainya...

                                                                    (ini dia bantal ku)


sejarah bantal ini tu bermula dari waktu aku masih baru saja terlahir ke dunia dengan selamat *Alhamdulillah*. kan bantal adek bayi yang baru lahir berbeda tu sama orang dewasa, dan aku diberilah bantal imut ini sebagai alas tidur ku.

setelah mulai beranjak dewasa aku merasa jika tidak ada bantal itu waktu aku tidur aku tidak bisa memulai dunia mimpi ku..
kalo kata orang sih kebiasaan itu namanya "NGEMPENG", tapi bukan ngempeng ke susu ibuk lo.

pernah suatu ketika aku bermalam di rumah bunda anggie..
pas waktu aku mau nata badan di kasur si bunda masi ngebersiin wajah di kamar yang aku tempatin jd aku antara malu dan ngantuk juga,,
ahirnya gak peduli deh aku keluarin aja si imut *mungkin wkt itu bunda mikir ni anak kurang krjaan bawa bantal*
tapi aku cuek aja yg pnting bisa tidur...
dimana pun tempatnya selama ada dia yang temenin aku bisa nyenyak.

pernah lagi suatu ketika pas aku lagi ada di rumah seorang sahabat, sebut namanya CACA, si imut mau di penjem sama orang hamil gara-gara dia posisinya gak enak. waktu itu aku udah gak sadar. dan tiba-tiba caca bilang "loh ojo mbak! okky lak gak onok kui gak iso turu". si caca udah tau kebiasaan ku maknya dia bilang gitu heheh.

lagi...pas waktu malam hari biasanya aku terbangun buat sekedar pkek slimut/cari si imut dimana/liat HP/ke kamar mandi/dll.
pas aku bangun aku kaget setengah gak sadar serasa pengen nanges banget dan dunia rasanya udah ikut ilang *panik apa alay sih??* gara-gara waktu aku cari imut gak ada. tapi ternyata di umpetin mbah uti ku...
hadeeeeeeeeeh....

____cukup sekian cerita tentang bantal ajaib ku ckckc____

Rabu, 02 Mei 2012

Perihnya Negeriku Indonesia


Bukan untuk mendompleng kepopuleran film Lucunya Negeriku Indonesia jika judul tulisan ini terkesan agak mirip. Pun juga bukan untuk menertawakan karut marutnya pengelolahan Negara akhir-akhir ini. Namun hanya sekedar celoteh yang menggambarkan keprihatinan dan kekawatiran beberapa teman mahasiswa Indonesia di Jepang (Kumamoto) akan hancurnya negeri kita tercinta. Berawal dari sebuah diskusi kecil selepas shalat magrib,dijadikanlah tulisan ini semacam resume kuliah keindonesiaan versi: Ronny Radianto,Faisal Rahul,Erwin,Komang. Dan kebetulan penulis  jadi juru ketiknya (notulen).

Entah dari mana memulainya diskusi kala itu,namun keasyikannya mengalahkan pertandingan liga champion yang membuat Barca bertekuk di hadapan Chelsea. Kejelian merekai berempat memotret Indonesia dari berbagai lininya, seolah-olah tak mau kalah dengan kejelian pelatih Chelsea meracik pemainnya. Meski tidak sepandai pakar dan pengamat politik tanah air,namun penilaian dan pandangan-pandangan mereka  dijamin lugu,tulus dan ikhlas. Ketidak tertarikan mereka pada simpul-simpul politik ditanah air memungkinkan posisinya laksana cendekia yang sebenarnya:berada di awang-awang,tidak terpengaruh oleh gravitasi kepentingan dan interest pribadi.

Bukan rahasia umum jika  setiap orang Jepang yang bertemu dan sempat ngobrol dengan mahasiswa Indonesia,pastilah kata berikut sering terucap:wah kamu pasti kaya ya?.Mereka menganggap mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang sebagai orang kaya,banyak duitnya,disamping cerdas-cerdas tentunya (narsis dikit,he he he he). Anggapan ini meski tidak sepenuhnya benar,namun memberikan indikasi nyata akan keradaan Negara kita yang kaya disisi lain.Namun sayang,kekayaan yang dianugerahkan kepada Bangsa Kita tidak mampu kita kelolah dengan baik.Kekayaan itu bukan menjadi rahmat namun kini mulai menjadi bencana,sumber konflik berkepanjangan.

Para pejabatnya saling berebut kursi kekuasaan,dengan harapan mendapat ruang yang besar untuk kembali modal. Biaya dan pembelian suara atas nama demokrasi digadaikan kepada para kapitalis dengan dalih pembangunan dan investasi. Rakyat dibutakan mata dan hatinya dengan lembaran-lembaran uang 20 ribuan,50 ribuan,100 ribuan. Rakyatpun bersorak kegirangan,tanpa berfikir akibatnya. Uang-uang pemodal dan makelar politik laksana oase yang menyegarkan sesaat setelah kesulitan dan himpitan ekonomi menderahnya tiap hari. Setelah sempat bersorak untuk beberapa saat,kini rakyat kembali meraung-raung di tengah kesulitan ekonomi.Aset-aset Negara dijual pada para tengkulak politik. Penguasa asyik menghitung upeti-upeti dari setiap proyek prestisius para kapitalis. Pedagang kecil di gusur atas nama ketertiban kota, lapak-lapak dibumi hanguskan untuk memberi tempat bagi pasar modern dan mall-mall.Perihnya Negeriku Indonesia,ibarat keluarga, tanahnya telah dijual,dan saat ini rumahnya mau digadaikan,kemana keluargamu akan berteduh dari kepanasan dan kedinginan?

Dan perihnya Semakin memanas saat mereka membahas pola-pola korupsi,dari yang sederhana sampai yang rapi dan professional. Kejahatan kerah putih seperti Gayus,Dhana.Nazarudin,atau kasus kecil-kecil dan suap di lembaga pemerintah adalah potret buram pengelolahan Negara. Negara kita tidak ubahnya ladang bagi berkembang biaknya para makelar dan preman-preman politik.Tidak ada tempat yang tidak tersentuh oleh korupsi dan turunannya.Dari mengurus kartu KK sampai mendapat pekerjaan semua telah dikuasai oleh jejaring besar bernama :KORUPSI!.

Benarlah yang dikatakan oleh Komarudin Hidayat-Rektor UIN Jakarta- beberapa tahun yang lalu. Beliau mengistilahkan prilaku politik kita ibarat lomba panjat pinang,saling sikut dan menindih untuk merebutkan kue alias duit dan kekuasaan. Politikus telah menjadi penguasa atas bangsa ini!. Saking menjengkelkannya prilaku politikus itu ada guyunan dari masyarakat tentang fenomenanya.Dan inilah anekdot itu:500 anggota DPR naik pesawat melakukan kunjungan ke luar negeri. Konon katanya sih untuk study banding atau apalah.Anehnya, seluruh keluarganya diajak turut serta,mumpung gratis kali ya? Di atas lautan atlantik,tiba-tiba pesawat oleng dan hilang kendali?kira-kira yang selamat berapa ya? Dan jawabannya adalah 250 juta rakyat Indonesia!kok bisa!cari sendiri dong jawabannya,he he he he he he.

Dalam kesempatan itu,mas Faisal Rahul juga memberi contoh nyata betapa pemerintah kita kurang bisa menghargai prestasi anak negeri. Konon,Seorang alumni ITB dengan predikat caumloude lulus dari perguruan tinggi di Jerman,setelahnya dia ingin mengabdi untuk negerinya.Namun bukan sambutan yang ia dapat,malah penolakan dengan alasan yang kadang tidak rasional. Prestasi yang ingin disumbangkannya ke ibu pertiwi menjadi hampa karena korupsi memiliki jalannya sendiri  untuk menghancurkan negeri ini.Akhirnya,banyak putra terbaik bangsa yang memilih berkarier di luar negeri karena lebih dihargai dan diperhatikan keberadaannya.Kalaulah demikian adanya,siapakah yang diuntungkan?tentunya para makelar kekuasaan dan penguasa-penguasa politik korup!.Karena dengan mudahnya mereka bisa memperdaya rakyat dengan pepesan-pepesan kosong dan selembar uang ribuan!.

Dan ternyata kembali ke mentalitas bangsa ini,yang seberapa hebatnya penderitaan yang dialami masih bisa bersabar dan tersenyum. Berbahagialah penguasa dan politikus korup,karena masih ada masyarakat Indonesia yang senantiasa berbaik hati kepadanya. Berbahagialah sang penguasa dan politikus korup,karena ada tokoh agama yang mengajarkan keikhlasan dan kesabaran bagi umatnya untuk menghadapi cobaan dan perlakuan tidak adil pemimpinnya.Berbahagialah para pemimpin dan politikus yang korup,karena mereka dibekali dengan banyak permainan social yang bisa digunakan sebagai  mesin pengalih isu bagi keselamatan dirinya. Berbahagialah para pemimpin dan politikus yang korup,karena kemiskinan menjadi jalan paling indah bagi mereka meraih kekuasaan dengan sangat mudahnya. Berbekal ijasah palsu dan uang 100 ribuan terdulanglah ribuan suara dari rakyat yang tertutup matanya oleh materi.Dan berbahagialah para pemimpin dan koruptor,karena dengan mudahnya kita memaafkan kesalahan-kesalahannya.  Dan berbahagialah para pemimpin dan koruptor,karena celoteh-celoteh kepedulian terhadap bangsa semacam ini kalah menarik dengan berita gossip terkini para selebritis yang galau,atau putus nyambung. Dan berbahagialah para pemimpin dan koruptor,karena suara protes-protes semacam ini tidak menarik didengarkan oleh  bangsa ini karena lebih menarik  lagunya trio macan:iwak peyek,atau Cherrybelle. Dan beruntunglah para politikus pemeran adegan porno,karena kasusnya tidak terlalu menyita perhatian masyarakat dibanding dengan aksi brutal geng motor atau kasus Peterporn. Dan berbahagialah para pemimpin dan koruptor yang hobi study banding ke luar negeri,karena hobi belanja dan memboyong keluarganya hanya di posting di Youtube.

Dan akhirnya mereka menjadi Koruptor di Negeri Sendiri.Akankah perih itu berakhir atau justru merobek ibu pertiwi?waallahualam bisshowab!Akhirnya,Semoga mereka berempat (Donny Radianto,Faisal Rahul,Erwin dan Komang) meluangkan waktu lagi untuk berdiskusi sehingga tulisan ini bisa bersambung! Kapan mas?



NB : jd semangat baca tulisan guru saya :)... ayo pak nulis lagi :)

tulisan sang inspirator (BERAWAL dari SEBUAH MIMPI)

                                                          ( Pak Heriyanto )



Kapan  terakhir kalinya anda  memiliki mimpi-mimpi besar?. Tadi malamkah,kemarin malamkah,atau puluhan tahun silam? Jika baru tadi malam anda menyemai mimpi itu,maka ada baiknya saat ini juga anda focus untuk mendapatkannya. Namun jika sudah lama sekali anda tidak bermimpi , cobalah bangun kembali mimpi-mimpi besar hidup anda. Rangkailah kembali impian-impian itu menjadi sebuah perjalanan yang akan anda wujudkan.Mengingat mimpi-mimpi itu tidak mengenal waktu dan usia.

Mimpi-mimpi yang telah dan sedang anda semai  akan menjelma bak topangan pondasi yang  banyak menentukan kekuatan dan kesuksesan anda membangun sebuah rumah impian. Mimpi-mimpi besar itu pulalah yang akan memberi energy positif dalam kehidupan dan usaha anda meraih impian-impian itu.

Adalah Eleanor Roosevelt-salah satu president Amerika Serikat- yang  pernah berujar bahwa “The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams”.Siapa-siapa yang mempercayai mimpi-mimpi besarnya,seolah-olah ia telah berada di depan pintu kesuksesan itu sendiri. Membukanya adalah sebuah usaha  yang dilakukan dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Hingga anda bisa menikmati kenyataan atas indahnya mimpi-mimpi itu di dalamnya.

Mimpi besar akan membawa kita pada dua hal penting. Menganggapanya tidak ubahnya sebuah impian menjelang tidur biasa, atau justru menjadikannya energi yang akan menggerakkan anda dalam mencapaiannya. Keputusan anda kemudian adalah meneruskan mimpi itu hingga menjadi kenyataan atau sekedar puas diangan-angan belaka.

Disinilah kemudian dibutuhkan bahan bakar yang anda gunakan untuk mengejar mimpi-mimpi itu. Dan diantara bahan bakar itu adalah : semangat. Semangat ini menjadi sangat penting mengingat mimpi-mimpi itu memang tidak mudah diwujudkan tanpa usaha yang maksimal.Seberapah besarkah mimpi itu akan menjadi kenyataan, sebesar semangat,kemauan dan keinginan anda untuk mwujudkannya.

Penulis memiliki cerita menarik tentang kedasyatan sebuah mimpi ini. Bagaimana sebuah mimpi telah mendorong seseorang melakukan sesuatu yang banyak orang tidak mempercayainya  akan berhasil atau menjadi kenyataan,Dengan kata lain, bagaimana sebuah mimpi mampu membakar api semangat untuk melakukan sesuatu yang dipercayai tidak mungkin sekalipun.

Sebutlah namanya Irwan. Berprofesi sebagai seorang dosen di Jakarta dan telah berumur 54 tahun. Meski sudah tergolong tua, namun dia memiliki satu mimpi yang ingin dia wujudkan dalam sisa hidupnya. Dan ini bukan hanya sekedar mimpi biasa, apalagi mimpi disiang bolong. Saya menyebutnya mimpi yang sangat luar biasa. Penggunaan kata-kata luar biasa ini bukan tanpa alasan yang berarti, mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi untuk ukuran mimpinya.. Anda mau tahu apa mimpi sahabat saya ini?ya, mimpinya adalah keliling Jepang dengan bersepeda angin!

Banyak orang yang mencibir bahkan tidak sedikit menganggapnya gila,mengingat usianya itu. Namun tekadnya sudah bulat.Segala usaha ia persiapkan untuk meraih mimpinya.Ia tidak perduli lagi terhadap cibiran dan nada-nada negative dari orang sekitarnya.Yang dia perdulikan hanyalah usaha meraih mimpi-mimpi itu.

Manjadda wa jada! Adalah inspirasi yang turut mempertebal keyakinannya bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang diimpikannya selama ini. Dia percaya bahwa senyampang kita berusaha dan percaya atas apa yang kita lakukan,saat itulah tangan-tangan Allah memberi kemudahannnya.Lakukan yang terbaik yang anda mampu dan Allah akan menggenapi kekurangannya untuk kesempurnaan usaha kita.Begitulah ia memberi alasan dibalik aksi “nekadnya “ ini.

Aksi yang beliau lakukan ini bukanlah semudah membalik telapak tangan,ya, tidak semudah itu.Terlebih lagi dilakukan di tengah kondisi musim dingin yang sangat ekstrim tahun ini.Badai salju dan suhu yang merosot tajam sampai minus 20 C. Kondisi ini terjadi pada hampir semua kota-kota yang akan dia lalui.

Memang tidaklah muda untuk melakukan perjalanan jauh di musim dingin semacam ini. Apalagi jika perjalannya dilakukan dengan mengayuh sepeda angin. Kita bisa membayangkan tantangan yang dihadapinya. Tidak saja terpaan angin yang kencang,namun juga jalanan yang dipenuhi salju.Ketidakhati-hatiannya akan berujung pada maut. Resiko yang akan dia hadapai memanglah sangat besar sekali terlebih lagi jika berhadapan dengan badai salju.

Namun dengan semangatnya itulah ia mampu membakar dirinya di tengah kedinginan di sepanjang lorong-lorong yang menghubungkan satu kota ke kota lainnya. Dengan semangatnyalah ia mampu memperpendek jarak ratusan kilometer dalam persepsi-persepsi di benaknya. Dan dengan semangat itulah ia melihat setiap tantangan tak ubahnya sebuah permainan yang harus tepat dan cepat ia selesaikan.

Dan akhirnya iapun memenangkan permainan itu!Manjadda Wa Jadda.
beliau yang tetap semangat untuk mengejar mimpinya meski dingin,tanjakan,turunan,kelaparan,haus membayangi setiap langkahnya. Dari sinilah semangat itu patut kita jadikan salah satu suntikan berarti bagi jiwa kita.

Jarak ratusan kilometer beliau lalui tanpa rasa menyesal sedikitpun.Meski tanjakan dan gunung menghadang didepannya,namun keyakinannya telah menghapus kepedihan itu dengan melihat jalan menurun yang akan segera ia temukan. Sama halnya dengan gelapnya malam bukanlah sesuatu yang harus kita sesali.Mengingat gelapnya malam adalah pertanda baik akan munculnya sinar matahari esok harinya.Dan akhirnya mataharipun bersinar menyambut kemenangannya memperjuangkan mimpi indahnya: Keliling Jepang Bersepeda Angin.

sebuah inspirasi dari sang pahlawan tanpa tanda JASA


 (sang penulis Bpk Heriyanto)


Andai di Jepang ada markenyot,pastilah mereka menjadi orang-orang kaya baru di Indonesia (OKB) tanpa harus berebut sedekah dan angpao pemberian tuan-tuan kaya. Andai di Jepang ada markenyot,pastilah mereka mampu membeli rumah layak huni,dan tidak lagi tinggal  di rumah tanpa jendela. Andai di Jepang ada markenyot,pastilah mereka juga bisa berkendara mobil bagus seperti APV atau Avanza,bukan gerobak kayu beroda karet. Andai saja di Jepang ada Markenyot,pastilah mereka dengan mudah menemukan barang rongsokan yang berkualitas tanpa harus berebut lahan TPA yang  kadang dibarengi dengan aksi bunuh membunuh. Andai di Jepang ada Markenyot, pastilah mereka berhenti mencurangi timbangan dan aksi tipu-tipu kecilnya,Sayang itu hanya sebuah pengandaian. Dan ternyata Markenyot Indonesia belum ada di Jepang!

Mungkin anda bertanya-tanya tentang si markenyot itu,bukan?. Gerangan apakah ia sesungguhnya,manusiakah?gondoruwokah,atau semacam makanan?What the hell is that? . Namun bagi anda yang sudah pernah mendengarnya atau familiar dengan sebutan itu pasti mantuk-mantuk khan?.Ada berbagai padanan kata untuk markenyot. Dari yang mulai bercitra rasa sangat ndeso dan traditional sampai yang modern dan sedikit agak parlente. Dari second hand, pemulung,rosoan,dalbok,sampai markenyot itu sendiri.Ya,ini tidak lain adalah sebutan untuk pengumpul/pencari barang bekas!.
Keterkejutan saya sesaat setelah tiba di Jepang adalah keharusan membuang sampah tepat waktu dan tepat pemilahannya. Di Jepang,sampah dikelompokkan kedalam enam golongan yaitu: burnable garbage (sisa makanan,),paper materials,plastic packaging(label plastic pada minuman,seal),resource wastes(kaleng minuman soft drink),plastic bottles,landfill garbage(barang pecah bela,dll).Tidak hanya digolongkan, namun hari pembuangannyapun diatur secara ketat,misalnya barang sisa makanan di buang tiap hari selasa dan jumat. Bagi kita yang tidak terbiasa dengan tatakelola sampah yang sistematis ini menjadi persoalan sendiri. Membangun budaya disiplin memang tidak semudah membalik telapak tangan.Kebiasaan buruk itu kadang masih sempat-sempatnya muncul di Jepang,misalnya habis nyobek bungkus permen,kadang kita biarkan plastic sobekan berjatuhan. Namun,bit by bit,sedikit demi sedikit,akhirnya bisa juga menjadi tertib,tidak kalahlah sama orang Jepang,he he he.

Sampah di Jepang disebut Gomi.Terdapat penampungan bagi sampah di setiap perumahan atau apato. Jangan dibayangkan tempat sampahnya jorok kayak di Indonesia ya?,disini berbeda sekali,sangat bersih dan sangat nyaman di pandangmata.Di penampungan sampah inilah kita akan dengan mudah menemukan barang-barang yang sangat berharga,semacam kulkas,tv,tape,computer,microwave dan sejenisnya. Barang-barang ini meski masih bagus namun telah dianggap sampah.
Dan,kalau di Indonesia, semua tempat dianggap bak sampah,dengan begitu dimanapun tempat kita bisa seenaknya membuang sampah. Berbalik arah dengan  Jepang. Untuk buang sampah elektronik,meja,kursi,springbed,atau peralatan lainnya musti bayar. Barang-barang itu baru boleh dibuang jika sudah ada stiker dari pemerintah kota. Untuk mendapat stiker mereka harus merogoh kocek dari Rp. 50.000 sampai ratusan ribu.Tergantung besar kecilnya dan jenis sampahnya. Beruntunglah kita yang justru mendapat uang saat membuang barang bekas. Dan markenyotlah yang menyelamatkan itu semua!Betul ga?Meski kadang profesi ini kita rendahkan,disisi lain ternyata sangat kita butuhkan ya?.Terlebih lagi kalau uang di dompet sudah nipis, timba dan bak mandi anakpun kadang jadi korban!he he he.
Di Jepang,Setiap setahun sekali, dan biasanya bulan Maret,ada pembuangan gomi besar-besaran. Sampah yang dibuang ini biasanya didominasi oleh buangan para mahasiswa yang telah lulus. Penulis tahun ini berkesempatan melihat secara langsung dan juga mengais barang-barang yang mungkin bisa di bawah pulang di tempat pembuangan itu. Semua barang ditaruh begitu saja di halaman,computer,laptop,microwave,printer,parabola,meja kantor,dll. Siapapun boleh mengambil barang tersebut.Bahkan boleh membawa sebanyak-banyaknya yang kita mau!. Dan Jika waktu “pamerannya” sudah usai,maka segeralah barang-barang itu dibuang ke TPA. Dan menjadi sampah beneran!he he he he.
Kalau anda mengunjungi kampus,jangan heran jika anda menemukan sepeda-sepeda motor bermodel matic,sport dan Harley tak bertuan yang parkir tahunan.Meski tergolong sepeda yang bagus-bagus,namun dibiarkan begitu saja tergeletak di parkir atau dibawah pohon.hujan dan panas menjadikannya kusam dan berkarat. Kadang saya berandai-andai,jika bisa menjadi markenyot disini,pastilah hal itu akan menjadi arubaito (partime job) yang sangat menjanjikan.Bayangkan saja, gembreng (kaleng biscuit,khong ghuan,dll) sekilonya bisa dihargai ribuan,lah ini besi dan mesin motor pastinya lebih mahal lagi khan?.Itu kalau sepeda motor,belum,sepeda pancal,mobil dan barang elektronik lainnya yang bisa kita kanibali dan laku dijual lagi!.Atau kita kirim langsung ke pasar loak di Comberan Malang atau pasar Demak Surabaya.Pasti pedagang disana menerima dengan tangan terbuka dan bahagia,terlebih lagi produk Jepang!Jepang sesuatu banget memang bagi bangsa Indonesia. Pastinya sangat menguntungkan menjadi markenyot di Jepang.Apalagi kalau bicara sampah tsunami di Sendai dan Fukushima kemarin,tidak terbayangkan nilainya.Bisa-bisa kita masuk Forbes 2.000.000: orang terkaya di Indonesia versi markenyot,ha ha ha ha.
Bukan berarti di Jepang tidak ada pemulung,tetap ada.Disini,pemulung biasanya membawa pick up dan menaruh pengeras suara di atas mobilnya. Dari pengeras inilah dia menawarkan diri untuk mengambil barang-barang bekas. Namun, bukan pemilik yang mendapat uang atas jasanya,melainkan sang pemulung itu sendiri.Ibarat berenang sambil menangkap ikan,begitulah kira-kira. Jadi sangat beda dengan yang terjadi di Indonesia dimana pemulunglah yang mengeluarkan uang sebagai bentuk pembelian barang bekasnya.
Dari sekelumit cerita sampah itulah tulisan ini lahir.Dengan harapan adanya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia yang bergerak di bidang barang rongsokan ke Jepang. Pengiriman ini tidak saja akan mampu mensejahterakan TKI itu sendiri,namun juga akan mendatangkan devisa yang lumayan banyak. Pun juga menjauhakn orang-orang Indonesia dari hingar bingar politik tanah air yang penuh kepalsuan dan kebohongan. Biarlah para markenyot itu bisa hidup mandiri dan mendapat uang halal dari usahanya. Bukan seperti pejabat dan politikus yang korup itu,mendapat uang dengan jalan menipu dan merampok uang rakyat. Yang bagus dibilang jelek dan yang jelek di bilang bagus. Ah,ini mungkin mimpi penulis disiang bolong, efek dari berdiam sendiri di kaikan tanpa teman dan camilan.!Sambil sesekali melepas pandangan jauh ke sungai shirakawa sambil membayangkan keluarga di Indonesia. Hidup Markenyot!.

Selasa, 01 Mei 2012

gantungan tak bertuan #2



aku yang baru saja mendebgar hal itu bagai terdampar di pulau yang penuh dengan ulat bulu dan burubah menjadi monster kupu-kupu *pobia*..
dan sampai ahirnya aku harus mendengar diaa telah berpulang kepada-Nya...
hampir di setiap doaku selalu menagis tanpa tau apa yang aku tangisi.
gila rasanya jika mengingat hal itu.

tenanglah disana.
aku akan berusaha melakukan permintaan mu yang kau smpaikan lewat mimpi..
insyAllah aku akan selalu berdoa untuk mu.
tersenyumlah disana...
dari mu aku bisa belajar cara menjaga cinta.
dari mu aku bisa belajar menjaga kesetiaan
dan dari mu aku bisa belajar cara menggapai cita-cita..
meskipun tak pernah bertatap tapi ini semua sudah tergariskan..
maafkan semua pikiran buruk ku.



sebuah catatan kecil yaang terinspirasi dari seorang teman
____tamat_____